www.antarakalbar.com

http://antarakalbar.com/
Menjadi "Sahabat Rakyat Kecil" bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, perlu pengorbanan dan keikhlasan dalam bertindak dan mengambil suatu keputusan hati nuraniku selalu mengatakan untuk tetap bersahabat, karena aku bagian dari mereka akan kuabdikan diriku sebagai pejuanganmu menuju kebahagiaan bersama....
Powered By Blogger

Sabtu, 31 Maret 2012

PERAHU BERMOTOR BBG SOLUSI HEMAT BAGI NELAYAN KUBU RAYA


Sungai Raya, Kalbar, 29/3 - Sebagai kabupaten yang memiiki luas wilayah laut 760 Km2 dan luas perairan umum dengan garis pantai sepanjang 149 Km menjadikan 30 persen dari 500 ribu lebih masyarakat Kubu Raya berprofesi sebagai nelayan.
Potensi perikanan yang cukup besar di kabupaten itu membuat masyarakat Kubu Raya yang tinggal di daerah pesisir banyak bergantung dari hasil laut dan sungai yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada.
Malangnya, dengan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak membuat para nelayan yang ada di Kubu Raya sulit untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka. Pasalnya dengan harga BBM subsidi untuk nelayan sebesar Rp 4.500 per liter yang berlaku saat ini, hanya cukup untuk mendukung kebutuhan hidup sehari-hari. Nelayan tidak mampu memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya dan pada akhirnya, mereka tetap terjerat dalam kemiskinan.
Dengan rencana kenaikan BBM oleh pemerintah puesat per-1 April mendatang, tentu kondisi tersebut akan terus memperparah nasib para nelayan karena harga BBM yang semakin tinggi tentu akan memperbesar biaya operasional nelayan untuk melaut.
"Awalnya kita prihatin karena hasil tangkap masyarakat nelayan yang kecil harus diberatkan dengan mahalnya harga BBM dan dari kondisi tersebut, saya selaku putera daerah Kabupaten Kubu Raya merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para nelayan. Makanya kita mencoba mencari solusi dari semakin mahalnya harga BBM itu dengan menciptakan teknologi tepat guna yang kita sebut Mixer (pencampur) pada mesin bermotor yang digunakan pada sampan nelayan," kata Amin, penemu alat Mixer pada mesin sampan bermotor di Sungai Raya, Kamis.
Amin menjelaskan, mixer adalah alat yang digunakannya untuk menjadikan gas elpiji sebagai pengganti BBM pada mesin sampan bermotor. Dengan alat itu juga, mesin sampan bermotor yang notabenenya menggunakan mesin Robin tidak mengubah fungsi BBM, sehingga masyarakat dapat memilih alternatif bahan bakar yang akan digunakan, apakah gas elpiji atau BBM secara bergantian.
"Mungkin di darah lain sudah banyak penemu yang mengganti BBM dengan gas elpiji pada mesin kendaraan bermotor, namun fungsi mesin tersebut hanya bisa menggunakan satu bahan bakar saja. Namun dengan Mixer ini, masyarakat masih bisa menggunakan BBM dan gas elpiji secara bergantian, tanpa mengubah fungsi mesin itu sendiri," katanya menjelaskan.
Mixer itu dipasang dekat dengan kaburator mesin dan menggunakan tuas panel yang memudahkan masyarakat mengganti penggunaan bahan bakar. Dengan alat itu juga, para nelayan dipastikan bisa menghemat penggunaan gas elpiji hingga lima kali lipat dari pada menggunakan BBM.
"Dengan menggunakan bahan bakar gas elpiji, nelayan dan masyarakat bisa menghemat lima kali lipat biaya yang dikeluarkan selama ini. Selain itu, dengan menggunakan bahan bakar gas, juga mengurangi emisi, karena mesin yang menggunakan bahan bakar gas ini sama sekali tidak mengeluarkan asap dan berbeda jika menggunakan mesin dengan bahan bakar bensin dan solar, "tuturnya.
Kelebihan lainnya, onderdil dan isi dalam mesin juga tidak cepat kotor dan suara yang dikeluarkan mesin lebih halus sehingga tidak berisik.
Dia menyatakan, dengan menggunakan bahan bakar gas, jelas akan menghemat pengeluaran para nelayan. Pasalnya, satu tabung gas bisa digunakan untuk perjalanan selama sepuluh jam dengan jarak tempuh lebih dari 20 kilometer," kata Amin.
Amin dan Tim yang dipimpinnya sudah melakukan riset untuk pengembangan mesin tersebut selama enam bulan dan sudah melakukan beberapa kali uji coba dan hasilnya sangat memuaskan.
"Kita harapkan dengan adanya pengembangan mesin ini bisa mengurangi beban nelayan dan meningkatkan pendapatan mereka sehingga upaya peningkatan kesejahteraan kehidupan nelayan bisa tercapai. Kita sangat bersyukur pemerintah Kubu Raya sangat mengapresiasi apa yang kita lakukan, bahkan pak Bupati Muda Mahendrawan siap untuk mensupport penuh," katanya.
Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai wirausaha itu juga menyatakan, pihaknya akan terus mengembangkan mesin bebahan bakar gas itu. Bahkan rencanya bulan April nanti pihaknya akan melajukan uji coba pada kendaraan motor roda tiga, sejenis Tosa.
"Semuanya sudah siap, mesin juga sudah kita rakit, tinggal melakukan uji coba saja. Kita akan terus melakukan terobosan ke depan, bahkan kita akan melakukan modifikasi pada mesin bebahan bakar diesel agar bisa juga menggunakan bahan bakar gas," kata Amin.
Dia menjelaskan, saat ini perbandingan penghematan mesin berbahan bakar gas dengan BBM adalah satu berbanding lima, namun akan terus terus ditingkatkan penghematannya hingga satu berbanding sepuluh.
Amin juga mengatakan, saat ini perahu bemotor dengan bahan bakar gas tersebut sudah bisa digunakan pada mesin bermotor dengan CC 160 dan 200. Namun, pihaknya masih belum cukup puas dan akan terus melakukan pengembangan terutama untuk menghemat penggunaan gas elpiji.
"Saat ini, dalam satu hari kita bisa memproduksi 30 buah Mixer, namun tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa meningkatkan produksi kita," katanya.

***Kubu Raya Serius Kembangkan Perahu Bermotor BBG***
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membuka peluang kepada masyarakat untuk membuat terobosan dan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada d lapangan. Seperti permasalahan kesulitan nelayan untuk mendapatkan BBM sebagai salah satu kebutuhan mereka untuk melaut.
"Karena sudah ada masyarakat yang menemukan solusinya, makanya kita sebagai pemerintah mensupport hal tersebut," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Kamis.
Bahkan, lanjut Muda, pihaknya juga akan mencoba meminta kepada kementrian terkait untuk mendukung program itu agar pemanfaatan gas untuk memenuhi kebutuhan akomodasi masyarakat bisa terus digalakkan.
"Ini merupakan upaya kita untuk mncari jalan keluar bagi kesulitan yang dihadapi masyarakat kecil, seperti masyarakat nelayan. Kita berupaya untuk memberikan jalan keluar bagi masyarakat, dan pemerintah Kubu Raya akan terus memberdayakan masyarakat," katanya.
Karena pihaknya sudah serius untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat, diharapkan pemerintah provinsi dan pusat bisa mensupport apa yang telah dilakukan pemerintah Kubu Raya.
"Ini juga menjadi bukti bahwa Kubu Raya sudah bisa menujukkan eksistensinya dalam membangun Indonesia sesuai dengan motto Kubu Raya Untuk Indonesia. Dan itu menjadi bukti bahwa otonomi daerah bisa berhasil dan memberikan konstribusi positif dalam pembangunan Indonesia," tuturnya.
Jadi dengan adanya bukti itu, Muda mengharapkan pemerintah pusat tidak men-generalisasikan semua daerah, karena dengan adanya otonomi daerah, justru daerah otonom tersebut bisa lebih kreatif dalam mengembangkan program-program yang mendukung masyarakat, karena program yang digalakkan pemerintah Kubu Raya semuanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lebih berpihak kepada masyarakat kecil," katanya.
Bupati yang berangkat dari jalur perseorangan itu menjelaskan, pengembangan mesin berbahan bakar gas itu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya para nelayan yang selama ini terus terbebani dengan mahalnya harga BBM.
"Kami rasa ini sangat tepat sekali di saat pemerintah pusat berencana akan menaikkan harga BBM, masyarakat nelayan tidak perlu khawatir karena kita akan mengantisipasinya dengan mengkonfersi bahan bakar minya ke gas. Dan ini bukti nyata pembelaan kita kepada masyarakat kecil, sehingga masyarakat nelayan tidak perlu kahwatir jika harga bensin naik," kata Muda.
Muda menyatakan, konfersi minyak ke gas untuk sampan bermotor itu akan terus di kembangkan ke daerah lainnya. Bahkan Pemkab Kubu Raya akan menggandeng pelajar SMK yang ada di kabupaten itu untuk mengembangkan mesin bermotor tersebut.
Dikatakannya, jika saat ini masih sampan bermotor yang menggunakan mesin berbahan bakar gas tersebut, tidak menutup kemungkinan ke depan mesin kendaraan lainnya juga bisa dikembangkan dengan menggunakan dua alternatif bahan bakar seperti yang sudah dikembangkan pada sampan bermotor yang sudah dilakukan tim dari dinas perikanan Kubu Raya.
"Wilayah Kubu Raya ini sebagian besar adalah perairan sehingga dengan adanya mesin itu tentu bisa meringankan beban masyarakat. Karena selama ini yang menggunakan sampan bermotor itu bukan hanya nelayan, tetapi juga petani yang menganggkut hasil buminya ke konsumen atau pasar,"kata Muda.

***Libatkan CSR Dalam Pengembangan Perahu Bermotor BBG***
Untuk memproduksi perahu bermotor Berbahan Bakar Gas, pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan memanfaatkan program CSR dari setiap perusahaan terutama BUMN untuk mensupport temuan masyarakat tersebut
"Berapa BUMN seperti, Pertamina, Perbankan, dan beberapa perusahaan swasta lainnya sudah siap untuk mendukung program penggunaan bahan bakar gas pada perahu bermotor milik nelayan. Bahkan, nantinya, kita yakin akan semakin banyak pihak ketiga yang akan ikut mendukung kita, karena program itu benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawa.
Pihaknya juga yakin, program itu jauh lebih bermakna serta membuka peluang bagi masyarakat untuk terus bekerja keras dari pada program yang BLT yang justru hanya memanjakan masyarakat, seperti yang dilakukan pemerintah pusat saat ini.
"Ini akan terus kita kembangkan, tidak hanya perahu bermotor ini saja, tetapi juga untuk kendaraan lainnya. Kita akan terus menggadang program seperti ini, karena meski teknologi ini sifatnya sederhana, namun bisa dilihat sendiri hal itu sangat mengena langsung kepada masyarakat kecil," tuturnya. Bayangkan saja, lanjut Muda, jumlah nelayan Indonesia saat ini berkisar 2,7 juta jiwa dan 80 persen di antaranya adalah nelayan skala kecil dan tradisional yang sangat menggantungkan hidupnya dari hasil laut.
Muda berani memastikan, permasalahan mahalnya harga BBM bukan hanya menjadi kendala utama bagi nelayan yang ada di Kubu Raya, tetapi juga nelayan di kabupaten dan provinsi lainnya di seluruh Indonesia.
"Jika kita menerapkan teknologi tepat guna ini, bisa dipastikan lebih dari 2 juta nelayan Indonesia akan sangat terbantu," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ikan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Jemain mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim dan mencoba mengembangkan teknologi tepat guna dengan mengkonfersi minyak bensin ke gas.
Dia menyatakan, pengembangan mesin tersebut sengaja di lakukan oleh pemerintah Kubu Raya untuk mengurangi beban para nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi air. Karena selama ini jika menggunakan bahan bakar bensin dan solar, jelas menjadi hal yang memberatkan bagi para nelayan dan masyarakat.
Sebagai tahap awal, pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menyalurkan bantuan 100 buah sampan bermotor kepada para nelayan yang ada di daerah pesisir di kabupaten itu.
"Tahun ini kita telah menganggarkan bantuan 100 buah sampan bermotor bagi nelayan. Bantuan itu akan kita berikan sekitar pertengahan tahun 2012 ini," katanya.
Berkaitan dengan pebagian 100 buah sampan bermotor tersebut, pihaknya berencana untuk melakukan modifikasi pada mesin sampan tersebut dengan mengganti penggunaan bahan bakar dari bensin ke gas elpigi ukuran tiga kilogram.
Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk meringankan beban para nelayan yang selalu merasa terbebani dengan tingginya harga bahan bakar. Namun, dengan pengguaan mesin berbahan bakar gas tersebut, pihaknya yakin bisa menekan pengeluaran para nelayan.
"Pasalnya dengan menggunakan bahan bakar gas, lebih hemat empat kali lipat dari pada menggunakan bensin. Secara estimasi, jika nelayan selama ini mengeluarkan anggaran Rp100 ribu setiap melaut, dengan menggunakan gas nelayan cukup mengeluarkan anggaran Rp25 ribu saja,"tuturnya.

***Nelayan Sambut Baik Program Pemerintah Kubu Raya***
Terobosan baru yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dalam mengantisipasi kenaikan BBM dengan membuat kapal menggunakan Perahu Bermotor dengan menggunakan BBG, mendapat acungan jempol dari nelayan yang ada di Kubu Raya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kubu Raya, Bachtiar mengatakan pihaknya sangat menyambut baik terobosan tersebut, karena akan membantu masyarakat di tengah kesulitan BBM saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi Pemkab Kubu Raya yang telah mencarikan solusi dari kenaikan harga BBM ini yang berdampak kepada nelayan. Namun jangan berhenti sampai di situ untuk membuat terobosan yang baik, namun harus terus di kembangkan agar dapat di rasakan oleh masyarakat luas," kata Bachtiar.
Menurutnya saat ini para nelayan mengeluh dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan di lakukan pemerintah pusat. Karena ketika BBM belum mengalami kenaikan, nelayan sudah susah, sehingga tidak menutup kemungkinan dengan rencana kenaikan harga BBM akan membuat nelayan semakin merasa susah.
"Jika BBM terus mengalami kenaikan, tentu nelayan akan semakin kesusahan. Saat ini yang ada di lapangan berkisaran Rp5 hingga 6 ribu perliternya, jika bisa jangan sampai mengalami kenaikan lagi," ucapnya.
Bachtiar menuturkan pembuatan perahu bermotor dengan BBG tersebut merupakan salah satu solusi yang membawa angin segar untuk nelayan. Namun dirinya mengharapkan agar keberadaan gas untuk bahan bakar tidak sulit seperti ketika menggunakan bensin.
"Jika bisa terdapat pangkalan gas di lokasi strategis untuk nelayan, tentu agar para nelayan tidak kesulitan mencari gas ketika gas tersebut habis. Jangan sampai gas juga menjadi langka di pasaran, harganya harus stabil," tuturnya.
Terpisah, Agung, 34, salah seorang nelayan dari Kecamatan Sungai Kakap mengaku sangat menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah Kubu Raya. Dia berharap bisa segera menggunakan gas elpiji sebagai pengganti BBM pada perahu bermotornya.
"Kalau pakai BBM biaya yang harus dikeluarkan sangat besar. Saat bensin Rp4.500 perliter saja saya harus mengeluarkan biaya Rp200 ribu untuk sekali melaut, padahal hasil tangkapan belum pasti apa lagi kalau BBM naik, tentu itu akan semakin mengurangi pendapatan saya dan nelayan lainnya," katanya saat di temui di kediamannya di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Agung berharap, jika bisa menggunakan bahan bakar gas, dia dan rekan-rekannya yang lain bisa mengeluarkan anggaran lebih kecil untuk melaut.
"Masalah kita selama ini hanya mahalnya harga BBM dan perubahan cuaca yang tidak menentu, makanya kami nelayan yang berada di daerah pesisir sulit untuk meningkatkan perekonomian. Jangankan untuk memperbaiki rumah kami yang sudah banyak yang rusak, untuk makan sehari-hari saja sulitnya minta ampun," kata Agung.
Hal serupa juga disampaikan oleh Buyung, nelayan lainnya dari Kecamatan Sungai Kakap. Dia berharap pemerintah Kubu Raya bisa segera membantu masyarakat nelayan, untuk meningkatkan perekonomian.
"Kita tunggu lah terobosan pemerintah Kubu Raya itu, mudah-mudahan dengan menggunakan BBG pada perahu bermotor milik kami, kehidupan kami bisa lebih baik. Kalau pemerintah berpihak kepada rakyat, tentu kami akan sangat berterimakasih," katanya. (ROx)

MASYARAKAT DESA KUALA DUA BANGUN PASAR SWADAYA

Sungai Raya, Kalbar, 29/3 - Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya kini memiliki pasar rakyat yang baru yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat dan pedangang tradisional. "Dengan kehadiran dan berdirinya kembali pasar di desa Kuala Dua merupakan suatu bentuk upaya dalam memberikan peluang kepada masyarakat luas yang ada disekitar Kuala Dua, khusunya Dusun Karya satu,"kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Kamis. Muda mengatakan, dengan kemandirian masyarakat di kuala Dua jelas akan membawa perekonomian desa itu lebih hidup sebagaimana keadaan masyarakat di Kuala Dua dahulu, ketika masih masa kejayaan perusaan besar perkayuan. Ia mengatakan, pemerintah selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membuka peluang-peluang baik dalam wirausaha maupun dalam kegiatan lain yang dapat memandirikan ekonomi keluarga. "Keberadaan pasar ini merupakan upaya kita bersama untuk membuka peluang-peluang dari masyarakat yang secara mandiri membuat suasana Kuala Dua ini seperti hidup kembali perekonomiannya. Dengan produktivitas kita harus memberikan upaya dan membiasakan anak-anak kita untuk berwira usaha karena dengan menciptakan lingkungan yang akrab dengan dunia usaha, kita akan menjadikan anak-anak memiliki motivasi yang baik dalam berwira usaha," katanya. Ia mengatakan, keberadaan pasar sebagai penopang dalam ketersediaan kebutuhan sehari-hari, sangatlah penting. Dan Dusun karya 1 Desa Kuala Dua, sudah menciptakan lokasi untuk pasar tersebut sebagai upaya dukungan kepada pemerintah. Dengan demikian semua pihak harus memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang tinggi sehingga kondisi pasar dan juga fasilitas umum lainnya yang peruntukannya untuk pelayanan kepada masyarakat dapat dijaga dan tetap terawat dengan baik. Menurutnya Keberadaan Fasilitas umum dapat memperkuat upaya-upaya pelayanan kepada masyarakat untuk menjadikan masyarakat semakin produktif dan memilikirkan hal-hal yang produktif. "Terkait dengan persoalan sampah yang tidak bisa dihindari dari keberadaan pasar, kita akan memfasilitasi dan membantu penangananya oleh Dinas keberihan Kubu Raya,"tuturnya. Sementara itu, Kepala Desa Kuala Dua, yang juga hadir mewakili pengelola pasar Matias mengharapkan adanya dukungan serta kerjasama yang baik antara masyarakat, pedagang dan pengelola pasar, sehingga fasilitas yang sudah ada bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu masyarakat sekitar dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Ia juga mengharapkan adanya partisipasi aktif dari pedangan untuk menjaga kebersihan di lokasi pasar tersebut. "Selaku kepala Desa dan mewakili pengelola pasar, kamiu sampaikan terimakasih atas partisipasi semu masyarakat dan tokoh masyarakat sehingga pasara yang diresmikan oleh bapak Bupati ini, bisa selesai dibangun, dan kita harapkan untuk partisipasi semuanya untuk tetap menjaga, baik kebersihan dan lain sebagainya, ini semua untuk kita bersama," kata Matias. (ROx)

Senin, 26 Maret 2012

KUBU RAYA TERUS KEMBANGKAN KENDARAAN MOTOR ELPIJI


Sungai Kakap, Kalbar, 25/3 - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan kembali melakukan uji coba tehadap perahu bermotor dengan bahan bakar gas sebelum membagikan perahu bermotor tesebut kepada masyarakat nelayan yang membutuhkannya. "Akhir Februari lalu kita sudah melakukan uji coba terhadap mesin bermotor dengan CC kecil, setelah dikembangkan, saat ini sudah bisa digunakan pada CC yang lebih besar. Makanya kita melakukan uji coba dulu dan jika sudah siap maka kita aplikasikan pada mesin perahu bermotor lainnya yang akan diserahkan kepada nelayan di daerah pesisir di Kubu Raya," kata Muda usai melakukan uji coba perahu bemotor dengan bahan bakar gas di perairan Kecamatan Sungai Kakap, Minggu. Muda mengatakan pemerintah Kubu Raya sanat serius untuk mengembangkan mesin berbahan bakar gas untuk membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini meada terberatkan dengan mahalnya harga minyak bensin. Terlebih, dalam waktu dekat pemerintah pusat akan kembali menaikkan harga BBM sehingga pengembangan mesin berbahan bakar gas itu menjadi hal yang tepat untuk meringankan beban masyarakat kecil. "Ini adalah bukti nyata keberpihakan kita terhadap masyarakat kecil. Karena dengan kenaikan harga BBM itu tentu akan sangat memberatkan masyarakat, terutama masyarakat nelayan yang sangat menggantungkan hidupnya pada ketersediaan BBM untuk melaut," tuturnya. Dengan menggunakan bahan bakar gas, maka para nelayan dapat menghemat pengeluaran hingga lima kali lipat dibanding menggunakan BBM. Bupati Muda juga mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandung pihak swasta dan perbankan untuk mengembangkan mesin berbahan bakar gas elpiji. Bahkan sudah ada perusahaan dan bank yang akan menggunakan program CSR mereka untuk pengadaan perahu bemotor dengan bahan bakar gas. "Kedepan, penggunaan bahan bakar gas ini tidak hanya akan kita lakukan pada mesin perahu bernotor, tetapi juga pada kendaraan lainnya yang digunakan masyarakat kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka seperti motor tosa dan sejenisnya," tuturnya. Sementara itu, pembuat perahu bermotor berbahan bakar gas, Amin menyatakan, pihaknya akan terus mengembangkan mesin bebahan bakar gas itu. Bahkan rencanya bulan April nanti pihaknya akan melajukan uji coba pada kendaraan motor tosa. Semuanya sudah siap, mesin juga sudah kita rakit, tinggal melakukan uji coba saja. Kita akan terus melakukan terobosan ke depan, bahkan kita akan melakukan modifikasi pada mesin bebahan bakar diesel agar bisa juga menggunakan bahan bakar gas," kata Amin. Dia menjelaskan, saat ini perbandingan penghematan mesin berbahan bakar gas dengan BBM adalah satu berbanding lima, namun akan terus terus ditingkatkan penghematannya hingga satu berbanding sepuluh. Amin juga mengatakan, saat ini perahu bemotor dengan bahan bakar gas tesebut sudah bisa digunakan pada mesin bermotor dengan CC 160 dan 200. Namun, pihaknya masih belum cukup puas dan akan terus melakukan pengembangan terutama untuk menghemat penggunaan gas elpiji. Dia juga mengaku, sebenarnya tidak banyak modifikasi yang dilakukan olehnya pada mesin bemotor. Pihaknya hanya menambah alat yang diberi nama mixer yang menghubungkan bahan bakar dengan kaburator mesin. Dengan mixer tesebut mesin bermotor bisa menggunakan dua bahan bakar yang dapat dipakai secara bergantian, sehingga masyarakat bisa memilih apa akan menggunakan bahan bakar minyak atau gas elpiji hanya dengan memutar katup penggunaan bahan bakar yang berada di mixer tesebut.(ROx)

MASYARAKAT TIONG HUA PERINGATI 111 TAHUN VIHARA BKU


Sungai Kakap, Kalbar, 25/3 - Lebih dari seribu masyarakat Etnis Tiong Hua merayakan peringatan 111 tahun berdirinya Vihara Budha Kutub Utara yang berada di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. "Peringatan 111 tahun Vihara Budha Kutub Utara ini sudah kita laksanakan sejak 3 Maret lalu dengan berbagai kegiatan hiburan bagi masyarakat sekitar seperti atraksi pertunjukan Tatung, Barongsai, tarian multi etnis, musik tradisional Tiong Hua dan kegiatan hiburan rakyat lainnya," kata Ketua Panitia peringatan 111 tahun Vihara Budha Kutub Utara kecamatan Sungai Kakap, Apheng Minggu. Menurutnya, Vihara Budha Kutub Utara atau yang lebih dikenal sebagai viharaHian Tian Siang Tee oleh masyarakat Tiong Hua itu didirikan sekitar 111 tahun lalu dan sampai saat ini kondisinya masih sangat terawat, karena lebih daro seribu masyarakat Tiong Hua yang beada di sekitar Vihara itu selalu bergotong royong untuk merawatnya. Vihara Budha Kutub Utara tesebut dibangun masyarakat untuk menghormati Dewa Kong Co Hian Tian Shiang Tee yang dipecayakan Dewa Langit untuk memimpin langit Bagian Utara dan memimpin 72 Dewa Langit dan 36 Dewa Bumi serta mengatur dan ikut menentukan hidup dan mati manusia. "Melalui para dewa yang ditugaskan Nya, dia mengawasi dan mengatur kepatutan tindak tanduk manusia. Dan saat ini, vihara ini masih digunakan mayarakat untuk sembahyang sebagai bentuk penghormatan kepada Kong Co Hian Tian Shiang Tee," katanya. Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyatakan menyambut baik semangat masyarakat Tiong Hua yang ada di kecamatan Sungai Kakap karna mampu bergotong royong dan mempetahankan vihara tesebut. Menurutnya, Vihara Budha Kutub Utara juga memberikan andil yang cukup besar dalam membangun peradaban mayarakat Tiong Hua di Kabupaten Kubu Raya. Untuk itu dia berharap masyarakat etnis Tiong Hua dapat mempertahankan peradaban tesebut teutama dalam mempetahankan semangat gotong royong yang selama ini sudah terbangun dengan baik. "Saya berharap etnis Tiong Hua di Sungai Kakap dan Kubu Raya pada umumnya bisa bersama-sama meningkatkan kebersamaan dengan etnis lainnya agar keharmonisan antar suku bisa terus terjaga. Jika kita sudah harmonis dan memiliki rasa kebersamaa, tentu proses pembangunan lebih mudah terwujud dan saya selaku bupati tentu tidak bisa menyukseskan pembangunan, tanpa adanya partisipasi dari semua komponen masyarakat," kata Muda.(ROx)

Kamis, 22 Maret 2012

RIBUAN PELAJAR SMA KUBU RAYA NONTON NEGERI LIMA MENARA




Sungai Raya, Kalbar, 20/20 - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar nonton bareng film Negeri Lima Menara bersama lebih dari 1.000 siswa Kelas XII SMA se-Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu upaya untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar dan mewujudkan impian mereka setelah lulus dari SMA nanti. "Kita memberikan apresiasi yang besar bagi para siswa untuk dapat terus berusaha mengejar cita-citanya asalkan ada kemauan dari siswa tersebut. Makanya, kita menggelar kegiatan nonton bareng ini, agar siswa termotivasi dengan semangat belajar dan kemauan keras para tokoh dalam film Negeri Lima Menara itu,"kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai nonton bareng di bioskop XXI Ayani Mega Mall Pontianak, Selasa. Pasalnya, lanjut Muda, film Negeri Lima Menara yang di tonton bersama-sama tersebut memiliki banyak semangat motivasi dan pendidikan karakter agar para pelajar terus bersemangat dalam memperoleh cita-citanya. Muda mengungkapkan dirinya merasa khawatir kepada pelajar yang sudah ingin lepas dari SMA, SMK dan MA. Para pelajar tersebut harus memiliki motivasi dan jangan memiliki cita-cita yang terlalu rendah. "Mereka jangan terlalu pasrah atau punya mimpi yang kecil, tapi kita itu harus seperti kita melihat bangsa lain yang bisa membuat anak-anaknya memiliki mimpi-mimpi tinggi sampai puncaknya. Setiap waktu harus berusaha menaikkan level dan ini bangunan karakter yang ingin kita berikan dan hal tersebut terkandung dalam film Negeri Lima Menara yang di tonton para pelajar tersebut,"tuturnya. Muda mengharapkan kepada para pelajar Kubu Raya khususnya dan pelajar Kalbar pada umumnya agar tidak rapuh untuk mengejar cita-citanya. "Ketika para pelajar lulus, mereka tidak hanya cukup punya ijazah, namun harus terus berupa untuk belajar baik formal maupun nonformal. Jadi perjalanan belajar dan semangat untuk mencari solusi, mengatasi persoalan dan yang pasti untuk mencari pembangunan karakter building agar mempunyai nilai-nilai kemandirian, minimal dapat menolong dirinya sendiri di kemudian hari," harapnya. Dia juga mengatakan, kegiatan nonton bareng itu juga sengaja di gelar untuk memberikan hiburan kepada siswa usai mengikuti ujian akhis sekolah. Dengan nonton bareng itu, diharapkan pikiran siswa bisa lebih segar sehingga meraka lebih siap menghadapi Ujian Nasional nanti. Kegiatan nonton bareng film Negeri Lima Negara tersebut dilaksanakan Pemkab Kubu Raya dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada hari ini dan di ikuti sekitar 1.300 siswa kelas XII SMA/SMK/MA se-Kubu Raya. Sesi kedua akan kembali dilaksanakan pada hari Kamis besok dan akan melibatkan 1.200 siswa kelas XII SMA/SMK/MA se-Kubu Raya. Sementara itu, Kurnia Adinda, siswa SMAN 1 Sungai Raya mengatakan, film tersebut sangat memberikan banyak motivasi kepada dirinya khususnya dalam meraih cita-cita ketika dirinya tamat sekolah nanti. "Ini filmnya sangat bagus, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang telah mengajak kami menonton film ini. Saya pribadi mendapatkan banyak pesan yang harus saya ingat dan saya pegang sampai nanti untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup saya kedepannya," kata Adinda sapa akrab gadis tersebut. Sementara itu, Sinta mengungkapkan film tersebut membuat semangat bagi dirinya dan menjadi motivasi ketika dirinya lulus dari SMA nantinya. "Film ini dapat memotivasi saya untuk meraih masa depan yang lebih baik, mencapai cita-cita saya nantinya dengan semangat seperti para pemeran dalam film tersebut yang gigih untuk mencapai semangat mereka menjadi lebih baik. Seperti kata-kata pemberi semangat dalam film itu, Man Jadda wa jada,"kata pelajar SMA Kemala Bhayangkari itu. Pelajar lainnya, Dian Lestari menjelaskan dirinya sangat senang sekali adanya nonton bareng tersebut setelah beberapa waktu lalu kami melakukan Ujian Akhir Sekolah (UAS). "Ini bisa menjadi refresing bagi kami yang habis penat dengan mengisi soal-soal ujian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Maknanya bagi saya sangat bermanfaat sekali bagi saya karena dapat mengajarkan bagi saya untuk menjadi anak yang harus berpegang erat kepada solidaritas,"kata siswa Kemala Bhayangkari yang duduk di bangku kelas XII itu.(ROx)

PEMKAB KUBU RAYA SALURKAN BANTUAN MOTOR DINAS


Sungai Raya, Kalbar, 19/3 - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menyerahkan 23 unit motor dinas kepada sejumlah Kapolsek dan Danramil. "Bantuan ini bersifat pinjam pakai dan dimaksudkan mendukung kinerja aparat kepolisian dan TNI di seluruh kecamatan yang ada untuk menunjang berbagai kegiatan termasuk pengendalian Kamtibmas. Kita tahu sendiri, tugas pengendalian Kamtibmas cukup berat di kecamatan, meski tidak seberapa, kita berharap bantuan kendaraan roda dua ini dapat mempermudah kinerja aparat keamanan di kecamatan," kata Bupati usai penyerahan secara simbolis kepada beberapa Kapolsek yang turut hadir dalam upacara Senin di kantor Bupati Kubu Raya. Sebagai kepala daerah, Muda menyadari pelayanan di sektor Kamtibmas cukup tinggi di masyarakat. Terlebih hal itu telah terbukti dengan kondisi beberapa waktu lalu yang mengundang was-was masyarakat, namun berkat kerjasama segala sektor, kondusifitas mampu terjaga. "Kita lihat aparat turun langsung tanpa pamrih, bahkan sudah tidak melihat waktu demi menjaga keamanan di masyarakat," tuturnya. Atas kinerja tersebut, lanjut Muda, melalui APBD 2011 Pemda memberikan dukungan melalui pinjam pakai kendaraan roda dua bagi aparat. "Semoga ini berguna dan bermanfaat untuk peningkatan pelayanan di masyarakat," kata bupati Muda. Kapolsek Sungai Kakap, AKP Sunaryo yang juga menerima bantuan kendaraat tersebut menegaskan bantuan yang diberikan Pemda sangat membantu pihaknya. Apalagi, untuk Kambtibmas diperlukan mobilitas yang tinggi, keterbatasan sampai saat ini menjadi kendala. Disinggung pendapatnya terkait bantuan tersebut, Kapolsek yang murah senyum itu dengan singkat menegaskan sangat berterimakasih atas bantuan tersebut. "Hanya saja, kalau perlu ditambah lagi," katanya seraya bercanda. Ia menuturkan, rencananya dua kendaraan yang diberikan kepada Mapolsek Kakap akan diarahkan untuk Pospol di Desa Pal IX dan Sungai Kakap. "Kita meliaht kedua lokasi ini memiliki penduduk yang paling padat diantara desa lainnya. Selain itu, dua wilayah ini menjadi sentral dari wilayah-wilayah lain yang ada di Sungai Kakap, jadi tidak terlalu jauh menjangkau daerah lain," katanya. Bupati Buka Kubu Raya Soccer CupSungai RayaBupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan secara resmi membuka Kubu Raya Soccer Cup yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Sungai Durian, akhir pekan lalu. Sekitar 30 klub sepakbola usia remaja ambil bagian yang terdiri dari para pelajar di Kecamatan Sungai Raya dan sekitarnya. Usai memberikan semangat kepada para peserta yang akan bertanding. Bupati Muda langsung menendang bola ke gawang sebagai tanda dibukanya pertandingan yang memeperebutkan piala bergilir bupati Kubu Raya tersebut.Pertandingan pertama pun langsung dimainkan oleh tuan rumah utusan dari SMA Taman Mulya melawan klub Aneka Junior."Kita sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Pertandingan sepakbola yang merangkul anak-anak muda dan membina bibit-bibit atlet sepakbola seperti ini sudah sepatutnya mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat," ungkap bupati.Terlebih, saat ini Kubu Raya memiliki segudang prestasi di sektor olahraga lapangan hijau ini. Terbukti pada Porprov beberapa waktu lalu, tim besutan Kubu Raya mampu meraih medali emas dan menumbangkan kontingen lainnya.Disinggung saat ini klub sepakbola Kubu Raya sudah berhasil melangkah ke divisi II, Bupati menilai hal itu merupakan capaian yang luar biasa bagi Kubu Raya. Meski dalam perjalanannya masih belum mampu masuk Divisi I, hal itu dilihat bupati sudah memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan olahraga paling merakyat di seantaro dunia saat ini."Ini sudah memberikan semangat bagi para pemuda dan atlet bola di Kubu Raya. Hal ini menunjukkan bahwa di Kubu Raya banyak unggulah-unggulan bakat yang luar biasa," tuturnya.Selaku kepala daerah dan pembina organisasi dan kegiatan olahraga di kabupaten Kubu Raya, Muda menyatakan pihaknya akan mendorong semaksimal mungkin. Apalagi pertandingan yang digelar di kecamatan-kecamatan kita lihat luar biasa antusias," ungkapnya.Terlebih seperti event Kubu Raya Soccer Cup digagas oleh anak-anak muda sebagian besarnya para pelajar SMA. "Ini sangat luar biasa karena bisa mengalihkan perhatian bagi anak muda untuk bertindak kepada hal-hal yang tidak terpuji. Aktivitas mereka menjadi positif dengan adanya pertandingan seperti ini dan yang terpenting hal ini juga menjadi bekal dalam pembentukan karakter mereka," jelas Bupati.(ROx)

KUBU RAYA KEMBANGKAN PERAHU BERBAHAN BAKAR GAS



Sungai Raya, Kalbar, 10/3 - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mencoba mengembangkan teknologi tepat guna bagi para nelayan yang ada di kabupaten itu dengan mengganti bahan bakar bensin ke bahan bakar gas pada perahu bermotor yang digunakan nelayan untuk mencari nafkah. "Kami membentuk tim dan mencoba mengembangkan teknologi tepat guna dengan mengkonfersi minyak bensin ke gas. Mesin yang kita kembangkan ini menggunakan dua bahan bakar yang dapat dipilih sendiri oleh masyarakat, jadi mesinnya bisa menggunakan bahan bakar bensin, bisa juga bahan bakar gas,@ kata Kepala Bidang Ikan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Jemain di Sungai Raya, Minggu. Dia menyatakan, pengembangan mesin tersebut sengaja di lakukan oleh pemerintah Kubu Raya untuk mengurangi beban para nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi air. Karena selama ini jika menggunakan bahan bakar bensin dan solar, jelas menjadi hal yang memberatkan bagi para nelayan dan masyarakat. "Dengan menggunakan bahan bakar gas, nelayan dan masyarakat bisa menghemat empat kali lipat biaya yang dikeluarkan. Selain itu, dengan menggunakan bahan bakar gas, juga mengurangi emisi gas, karena mesin yang menggunakan bahan bakar gas ini sama sekali tidak mengeluarkan asap dan berbeda jika menggunakan mesin dengan bahan bakar bensin dan solar,"tuturnya. Sementara itu, Amin, ketua Tim Pengembangan mesin sampan bermotor tersebut mengatakan, pihaknya sengaja mengembangkan mesin sampan bermotor dengan menggunakan bahan bakar gas itu karena melihat masih banyak nelayan yang terbebani dengan mahalnya harga bahan bakar. "Awalnya kita prihatin karena hasil tangkap masyarakat nelayan yang kecil harus diberatkan dengan mahalnya harga bahan bakar minya. Untuk itu kita coba mengembangkan mesin ini, sehingga masyarakat nelayan bisa memilih sendiri akan menggunakan bahan bakar apa, apakah bensin atau gas mengingat mesin tersebut bisa menggunakan dua bahan bakar sekaligus,"kata Amin. Dia menyatakan, dengan menggunakan bahan bakar gas, jelas akan menghemat pengeluaran para nelayan. Pasalnya, satu tabung gas bisa digunakan untuk perjalanan selama sepuluh jam dengan jarak tempuh lebih dari 20 kilometer. Tim yang dipimpinnya sudah melakukan riset untuk pengembangan mesin tersebut selama enam bulan dan sudah melakukan beberapa kali uji coba dan hasilnya sangat memuaskan. "Kita harapkan dengan adanya pengembangan mesin ini bisa mengurangi beban nelayan dan meningkatkan pendapatan mereka sehingga upaya peningkatan kesejahteraan kehidupan nelayan bisa tercapai,"katanya. Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyatakan pengembangan mesin berbahan bakar gas itu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya para nelayan yang selama ini terus terbebani dengan mahalnya harga BBM. "Kami rasa ini sangat tepat sekali di saat pemerintah pusat berencana akan menaikkan harga BBM, masyarakat nelayan tidak perlu khawatir karena kita akan mengantisipasinya dengan mengkonfersi bahan bakar minya ke gas. Dan ini bukti nyata pembelaan kita kepada masyarakat kecil, sehingga masyarakat nelayan tidak perlu kahwatir jika harga bensin naik," kata Muda. Muda menyatakan, konfersi minyak ke gas untuk sampan bermotor itu akan terus di kembangkan ke daerah lainnya. Bahkan Pemkab Kubu Raya akan menggandeng pelajar SMK yang ada di kabupaten itu untuk mengembangkan mesin bermotor tersebut. Dikatakannya, jika saat ini masih sampan bermotor yang menggunakan mesin berbahan bakar gas tersebut, tidak menutup kemungkinan ke depan mesin kendaraan lainnya juga bisa dikembangkan dengan menggunakan dua alternatif bahan bakar seperti yang sudah dikembangkan pada sampan bermotor yang sudah dilakukan tim dari dinas perikanan Kubu Raya. "Wilayah Kubu Raya ini sebagian besar adalah perairan sehingga dengan adanya mesin itu tentu bisa meringankan beban masyarakat. Karena selama ini yang menggunakan sampan bermotor itu bukan hanya nelayan, tetapi juga petani yang menganggkut hasil buminya ke konsumen atau pasar,"kata Muda.(ROx)