www.antarakalbar.com

http://antarakalbar.com/
Menjadi "Sahabat Rakyat Kecil" bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, perlu pengorbanan dan keikhlasan dalam bertindak dan mengambil suatu keputusan hati nuraniku selalu mengatakan untuk tetap bersahabat, karena aku bagian dari mereka akan kuabdikan diriku sebagai pejuanganmu menuju kebahagiaan bersama....
Powered By Blogger

Rabu, 18 April 2012

BUPATI : SISWA JANGAN TERKECOH BOCORAN JAWABAN UN

Sungai Raya, Kalbar, 16/4 - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengimbau seluruh pelajar SMA/MA/SMK yang mengikuti ujian nasional untuk tidak mempercayai bocoran jawaban soal yang beredar luas saat pelaksanaan UN tersebut.
"Kita mendapatkan informasi sejak Minggu kemarin banyak siswa yang mendapatkan bocoran soal UN. Bisa dipastikan bocoran soal itu tidak benar karena tidak mungkin soal bisa bocor mengingat proses pengamanan yang sangat ketat sudah dilakukan," kata Muda di Sungai Raya, Senin.
Menurutnya, bocoran soal itu jelas bisa mengecoh konsentrasi siswa. Karena, jika siswa tidak percaya diri dan percaya dengan bocoran soal tersebut jelas bisa menjerumuskan siswa menjawab soal dengan isian yang salah.
"Jelas ini bisa berbahaya, makanya kita minta siswa untuk lebih percaya diri dalam menjawab soal dan tidak terpengaruh dengan bocoran tersebut," katanya.
Muda menuturkan jika para pelajar terlihat optimis dapat menyelesaikannya dengan baik ketika mengerjakan soal UN tersebut.
"Mereka harus meyakinkan dirinya jika dengan kejujuran mereka akan mendapatkan sesuatu yang maksimal ketika mengisi soal tersebut," tuturnya.
Muda mengatakan distribusi soal UN semuanya berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan. Diharapkan kepada para pelajar untuk konsentrasi dalam mengisi soal ujian yang mereka hadapi.
"Kita berharap prestasi dan angka kelulusannya sangat baik. Kami optimis para pelajar akan jujur, bagaimana pun pembangunan karakter yang kita upayakan terbangun di dalam diri para pel" tuturnya.
Muda juga menjanjikan akan memberi penghargaan berupa tur pelatihan kewirausahaan ke pusat wirausaha di luar Kalimantan kepada lima siswa SMA/MA/SMK dengan nilai tertinggi dari hasil Ujian Nasional tahun ini.
"Untuk itu kita harapkan hal ini bisa menjadi motivasi bagi siswa di Kubu Raya untuk mendapatkan nilai tertinggi dalam UN nanti. Kita sengaja tidak memberi penghargaan berupa barang dan uang kepada siswa, namun kita ganti bentuknya menjadi tiket untuk pendidikan kewirausahaan dan karakter di pusat pendidikan dan latihannya langsung untuk membangun pemikiran baru bagi siswa sekaligus bekal berharga bagi mereka setelah lulus dari SMA," katanya.
Dia menyatakan, saat ini tempat pelatihan wirausaha dan karakter tersebut memang belum ditetapkan karena pihaknya masih menjajaki tempat terbaik.
"Ada beberapa tempat pusat pelatihan wirausaha dan karakter yang sedang kita jajaki, makanya kita akan mencari yang terbaik. Yang jelas lokasinya berada di luar Kalimantan, agar selain memberikan pembelajaran dan pengalaman baru bagi siswa, juga bisa menjadi sarana refreshing (penyegaran) bagi mereka," tuturnya.(ROx)

KUBU RAYA WUJUDKAN APBD PRORAKYAT

Sungai Raya, Kalbar, 16/4 - Peningkatan anggaran sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan umum menjadi perhatian khusus Pemkab Kubu Raya, sehingga APBD setiap tahunnya benar-benar mewujudkan kebijakan prorakyat.
"Muara akhirnya dengan APBD prorakyat ini terjadi penekanan angka kemiskinan dan pengangguran. Ini juga salah satu barometer kemajuan dari sebuah daerah pemekaran, seperti di Kubu Raya ini," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Senin.
Dia memastikan pemerintah berupaya terus-menerus menekan angka kemiskinan dan pengangguran, meski diakuinya semua itu harus melalui proses dan tidak bisa serta merta langsung jadi dan instan.
Pertanian dan nelayan, ditegaskan Bupati Muda, adalah dua sektor yang juga menjadi perhatian pemerintah. Karena dari dua sektor itu banyak yang bisa dihidupkan untuk pemberdayaan ekonomi.
Muda mengatakan, berbagai bantuan telah digelontorkan bagi para petani dan nelayan di Kubu Raya, seperti pencetakan sawah yang tahun ini ada sekitar 2.000 hektare dan bantuan untuk sampan nelayan.
Sementara itu Faisal Reza dari LSM JARI Borneo melihat banyak program yang digaungkan Pemkab Kubu Raya telah berjalan secara proposional.
"Indikatornya dapat dilihat dari angka kemiskinan yang sudah mulai menurun, sementara jumlah penduduk lebih dari 500 ribu jiwa. Pendapatan per kapita meningkat Rp17 juta per tahun pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 Rp15 juta," katanya.
Sementara di bidang kesehatan, kematian ibu dan anak telah dapat ditekan. Bayi gizi buruk pada tahun 2009 mencapai 75 anak namun di tahun 2010 menurun menjadi 21 anak. Begitu pula bayi gizi kurang dari 1.142 anak pada tahun 2009 menjadi 370 di tahun 2010.
Secara terpisah, pengamat Sosial Kalbar, Jumadi yang juga berprofesi sebagai Dosen Fisipol Universitas Tanjungpura mengatakan, dari analisis yang dilakukan pihaknya, angka kemiskinannya di Kubu Raya saat ini tinggal 6,17 persen. Itu menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh elemen di Kubu Raya.
"Karena soal kemiskinan tidak hanya tanggung jawab dari legislatif namun juga eksekutif maupun masyarakat," tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, porsi penganggaran dalam APBD 2012 lebih banyak porsinya untuk belanja langsung yakni di atas 52 persen dibandingkan untuk belanja pegawai.
"Kita tahu mayoritas penduduk Kubu Raya bekerja di sektor pertanian dan nelayan. Sementara di dua sektor inilah yang taraf kehidupannya masih di bawah garis kemiskinan," katanya.
Untuk itu menurut dia diperlukan komitmen dan transparansi untuk membangun sistem penganggaran yang pro rakyat dengan berdasarkan pada tiga argumen APBD yang pro rakyat yakni kondisi kemiskinan, kebijakan sosial ekonomi serta semangat desentralisasi dan demokrasi lokal.
Untuk mewujudkan itu ada tiga langkah politik yakni "political will" (kemauan politik) parpol dan DPRD, proses teknoratik serta proses partisipatif dengan membuka informasi, baik melalui media massa maupun aspirasi yang disampaikan rakyat.
"Jika itu berjalan maka pengangguran dan kemiskinan secara pelan tapi pasti akan berkurang," katanya.(ROx)

PKK: TONJOLKAN KARAKTER DESA DENGAN KOMPETISI

Sungai Raya, 15/4 - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan mengharapkan, setiap desa di kabupaten itu meningkatkan potensi dan pembangunan dengan menonjolkan karakter yang menjadi ciri khas masing-masing.
"Setiap desa harus memiliki ciri khas dan karakter masing-masing agar bisa memiliki nilai tambah dari berbagai aspek pembangunan. Melalui kegiatan lomba desa se-Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang diikuti oleh 110 desa, diharapkan menjadi ajang kompetisi untuk meningkatkan percepatan pembangunan di setiap desa," katanya di Sungai Raya, Minggu.
Rosalina menilai kegiatan tersebut sebagai ajang kompetensi sekaligus bentuk evaluasi hasil pembangunan desa yang bersifat mendorong kebersamaan dan swadaya gotong royong.
"Penilaian kali ini untuk mengevaluasi dan menilai tingkat perkembangan pembangunan atas usaha pemerintah dan pemerintah daerah bersama masyarakat sehingga dapat mengindikasikan tingkat perkembangan desa selama kurun waktu tertentu," tuturnya.
Dia menjelaskan, ada delapan indikator yang akan dinilai meliputi pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan desa, lembaga masyarakat serta pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Ditambah dengan empat indikator pada tingkat nasional diantaranya keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan penguatan pemerintahan desa, inisiatif dan kreativitas daerah dalam pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa, tingkat kepatuhan kepada kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan kinerja camat.
Desa-desa yang telah masuk dalam katagori penilaian antara lain Desa Padang Tikar II di Kecamatan Padang Tikar, Desa Retok Kecamatan Kuala Mandor B, Desa Teluk Empening di Kecamatan Terentang, Desa Jangkang Dua di Kecamatan Kubu, Desa Teluk Pakedai II di Kecamatan Teluk Pakedai, Desa Sungai Bulan di Kecamatan Sungai Raya, Desa Rasau Jaya I di Kecamatan Rasau Jaya, dan Desa Korek di Kecamatan Sui Ambawang.
"Sementara Kecamatan Sui Kakap tidak mengikuti lomba desa mengingat sudah merupakan desa-desa mandiri. Desa-desa yang diikutkan adalah desa-desa binaan menuju desa mandiri," kata Rosalina lagi.
Kepala Desa Retok, Sahidin mengatakan desanya siap menyajikan berbagai potensi unggulan. Salah satunya tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksaan program kegiatan pembangunan desa.
Begitu pula unggulan lain seperti pertanian dan perkebunan, perikanan, pelayanan kesehatan dan kehidupan bermasyarakat.
Sementara Camat Kuala Mandor B, Yansen Sibarani berharap tim penilai menikmati kehidupan bermasyarakat di Desa Retok yang terdiri dari dua suku besar yakni Dayak dan Madura bisa hidup berdampingan dengan kompak dan akrab, tidak pernah terpancing isu konflik apapun sepanjang peradaban mereka.
"Dengan semangat kekeluargaan dan semangat dalam membangun, Desa Retok merupakan desa terbaik se-Kuala Mandor B, oleh karena itu saya ajukan untuk ikut lomba desa, disini persaudaraan dan gotong royongnya sangat kuat," tuturnya.(ROx)

BUPATI JANJI HADIAHI SISWA TOUR KEWIRAUSAHAAN

Sungai Raya, 15/4 - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjanjikan memberi penghargaan berupa tour pelatihan kewirausahaan ke pusat wirausaha di luar Kalimantan kepada lima siswa SMA/MA/SMK yang mendapat nilai tertinggi pada ujian nasional tahun ini di kabupaten tersebut.
"Untuk itu kita harapkan hal ini bisa menjadi motivasi bagi siswa di Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian nasional (UN) nanti. Supaya dapat membangun pemikiran baru bagi siswa sekaligus bekal berharga bagi mereka setelah lulus dari SMA," kata Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Minggu.
Dia menyatakan, saat ini tempat pelatihan wirausaha dan karakter tersebut memang belum ditetapkan karena pihaknya masih menjajaki tempat terbaik.
"Ada beberapa tempat pusat pelatihan wirausaha dan karakter yang sedang kita jajaki, makanya kita akan mencari yang terbaik. Yang jelas lokasinya berada di luar Kalimantan, agar selain memberikan pembelajaran dan pengalaman baru bagi siswa, juga bisa menjadi sarana refresing bagi mereka," tuturnya.
Muda menjelaskan, jika tahun sebelumnya dia merangsang siswa agar mendapatkan nilai tertinggi dengan memberikan hadiah laptop, tahun ini pola tersebut sengaja diubah. Karena, menurutnya, jika hanya memberikan hadiah uang dan barang, maka dampaknya tidak akan terlalu besar.
Namun, lanjut dia, dengan adanya pelatihan itu akan membangun pola pikir siswa agar lebih tangguh dan mampu mandiri.
Ia berharap siswa itu akan menularkan apa yang di dapatkannya kepada orang lain.
"Pelatihan kewirausahaan dan pendidikan karakter itu kita lakukan juga sesuai dengan program Pemkab Kubu Raya yang sudah membangun pendidikan kewirausahaan dari awal masa pemerintahan Kubu Raya. Dengan hal ini, program tersebut akan terus kita matangkan," katanya.
Muda menambahkan, dari hasil UN tersebut, pintar saja tidak cukup, karena perlu pembangunan karakter dari siswa yang lulus dengan nilai tertinggi.
Setidaknya, kata dia, hal itu menjadi motivasi bagi siswa lainnya yang akan menghadapi UN.
Mengenai upaya Pemkab Kubu Raya untuk menciptakan kejujuran siswa dalam UN, Muda menyatakan hal itu sudah dilakuannya jauh hari sebelumnya.
"Selain pengetatan melalui sekolah, seluruh peserta yang akan mengikuti UN juga sudah kita tanamkan nilai-nilai kejujuran dan semangat kerja keras melalui kegiatan nonton bareng Negeri Lima Menara yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang sangat baik untuk memotivasi anak," katanya.(ROx)

Rabu, 11 April 2012

BANGUN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PERTANIAN DAN PETERNAKAN


Sungai Raya, Kalbar, 11/4 - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadikan bidang pertanian dan peternakan sebagai salah satu instrumen utama program pemerintah, mengingat sektor tersebut merupakan sektor andalan dan sangat efektif untuk terus dikembangkan dalam upaya membangun ekonomi masyarakat. "Untuk memajukan bidang pertanian dan perikanan di Kabupaten Kubu Raya, KTNA merupakan organisasi pertanian dan perikanan yang memiliki peranan penting untuk membantu pemerintah mencapai sasaran utama pelaksana pertanian dan nelayan," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat membuka kegiatan paripurna KTNA di Sungai Raya, Rabu. Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi jembatan bagi pemerintah kepada pelaku pertanian, peternakan dan nelayan untuk membangun pemahaman bahwa menjadi petani dan nelayan sukses dan berhasdil. "Kita mengharapkan peran aktif KTNA membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman yang baik kepada petani, peternak dan Nelayan Kubu Raya,untuk membangun harapan dan pemahaman positif akan profesi mereka sebagai petani, peternak dan nelayan sekalipun. Jika mereka bisa berhasil dan sukses, mereka bisa memajukan ekonomi keluarganya, yang terpenting adalah bagaimana membuat masyarakat itu bangga menjadi petani, peternak dan nelayan, dengan demikian produktifitas masyarakat semakin baik dan gairah pertanian terus meningkat," tuturnya. Dia berpendapat, pertanian, peternakan dan Nelayan memang sangat dekat dengan kultur masyarakat Kubu Raya. Untuk itu pemerintah selalu berupaya membuka peluang-peluang lebih besar dibidang tersebut, sebab sangat potensial mengembangkan bidang tersebut di Kubu Raya. Sehingga dengan demikian diyakini bahwa sektor pertanian mampu menjadi harapan kemajuan ekonomi masyarakat Kubu Raya. Terlebih lagi saat ini Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam agenda nasional dalam pengembangan tanaman pangan dan sebagai basis utama pertanian. Dirinya juga mengharapkan kepada KTNA untuk lebih cepat melahirkan penyuluh-penyuluh swadaya pertanian, perikanan dan peternakan. "Kita harapkan dengan kehadiran KTNA ini, semakin banyak penyuluh swadaya yang profesional untuk mampu dan memberikan diri mentransformasi ilmu dan pengalaman mereka kepada petani lainnya. S,ebab jika petani sendiri yang memberikan pelatihan kepada sesama petani akan lebih efektif dan efisien, sebab mereka juga pelaku yang sudah berhasil," kata Muda. Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kubu Raya Suprapto, jugamenyampaikan hal serupa. Dia menginginkan KTNA di Kubu Raya benar-benar berperan dan bersinergi dengan program-program pemerintah, sehingga organisasi tersebut bisa bermanfaat bagi pertanian, peternakan dan Nelayan Kubu Raya dalam mengembangkan usaha pertanian dan perikanan masyarakat sebagi salah satu sektor yang potensia. "Seperti yang kita ketahui, latar belakang masyarakat Kubu Raya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani. Untuk itu kita mengharapkan KTNA bisa menjadi organisasi yang memberikan manfaat dan andil besar baik kepada petani, nelayan dan pembangunan daerah," kata Suprapto.(ROx)

PEMKAB KUBU RAYA SALURKAN BANTUAN MOTOR DINAS


Sungai Raya, Kalbar, 9/4 - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, menyerahkan bantuan berupa sepeda motor untuk kegiatan operasional kepada TNI AD yang memiliki wilayah tugas di kabupaten itu. "Sebelumnya kita sudah menyerahkan bantuan kepada pihak kepolisian, kini giliran TNI AD, yang bertugas di Kubu Raya yang juga kita bantu. Bantuan 11 buah motor dinas itu statusnya pinjam pakai dan kita serahkan langsung kepada Dandim 1201 Mempawah Letkol Parlin Sirait," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Senin. Muda mengharapkan adanya kerjasama yang efektif dan baik antara pemerintah dan instansi vertikal dalam mewujudkan pembangunan Kubu Raya agar menjadi kabupaten yang terdepan dan berkwalitas. Dia mengatakan kehadiran TNI dan POLRI dalam membantu pemerintah dilapangan sangatlah penting. Ia juga mengharapkan Petugas TNI AD yang bertugas dilapangan dan yang sudah diberi bantuan fasilitas motor operasional bisa lebih menjaga dan meningkatkan pelayanan di masyarakat. "Ini kita maksudkan untuk membantu petugas TNI yang bertugas di Kubu Raya, sehingga TNI dan Polri dapat meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat kita di Kubu Raya. Karena untuk mempercepat pembangunan daerah ini perlu peran serta dari semua pihak untuk ikut ambil bagian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing," tuturnya. Sementara itu, Letkol Invantri Parlin Sirait yang mewakili Kodam 12 Tanjung Pura dan Kodim 1201 Mempawah mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya perhatian serius dari pemerintah Kubu Raya terhadap petugas TNI AD yang bertugas dilapangan dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat di kabupaten itu. Ia mengatakan, pihaknya akan menjaga perhatian dan kepercayaan dari Pemerintah Kubu Raya dalam tugas pelayanan kepada masyarakat sebagaimana yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka sebagai TNI dalam membantu pemerintah. "Atas nama pimpinan saya, baik Kodam sampai Kodim saya menyampaikan ucapan terimakasih yang sangat dalam kepada pemerintah Kubu Raya yang memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan anggota dilapangan dalam melaksanakan tugas, khususnya anggota yang bertugas dilapangan," kata Parlin. Ia juga menambahkan, tugas-tugas TNI di masyarakat dalam membantu pemerintah sangatlah vital sebab lansung bersentuhan dengan masyarakat, ada banyak yang menjadi tugas dan tanggung jawab antara lain dalam upaya menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat, menciptakan iklim gotong royong dimasyarakat dengan kegiatan bakti sosial, mulai dari kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. "Tentu dengan adanya fasilitas pinjam pakai dari pemerintah KKR kita berharap akan sangat membantu petugas kita dilapangan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, untuk menciptakan kembali gotong royong dengan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat, termasuk juga gotong royong untuk membangun rumah-rumah penduduk yang tidak layak huni," tuturnya.(ROx)

KUBU RAYA PERKUAT SATUAN KERJA PNPM KECAMATAN

Sungai Raya, Kalbar, 9/4 - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Kubu Raya melakukan penguatan kepada satuan kerja kecamatan untuk menunjang pelaksanaan program PNPM integrasi di kabupaten itu. "Program PNPM yang diperkenalkan sejak tahun 2007 memang telah terbukti berhasil dalam menunjang peningkatan partisipasi masyarakat khususnya masyarakat miskin dalam proses pembangunan. Hal itu sesuai dengan tujuan dari PNPM itu dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di pedesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan," kata Kepala BPMPD Kubu Raya, Fauzi Kasim di Sungai Raya, Senin. Dia mengatakan, penguatan yang dilakukan pihaknya kepada satuan kerja PNPM tingkat kecamatan merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memaksimalkan kembali program PNPM di Kubu Raya. Fauzi menjelaskan, prinsip dasar dibentuknya satuan kerja tingkat kecamata PNPM itu dibentuk sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan PNPM MPd di kabupaten Kubu Raya pada tahun-tahun sebelumnya. "Dasar pembentukkannya adalah SK Bupati yang diperkuat dengan SK Kepala BPMPD. Kita harapkan, melalui penguatan ini setiap pengurus PNPM di tingkat kecamatan bisa mendinamisasikan dan berkerjasama dengan berbagai pihak dalam berbagai pogram yang ada kepada pengurus PNPM di tingkat desa," katanya. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan juga menghimbau kepada seluruh pengurus PNPM tingkat kecamatan untuk benar-benar memanfaatkan program PNM tersebut dengan baik, pelaksanaan program tersebut bisa lebih berjalan maksimal. Menurutnya, PNPM-MP dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat kurang mampu dengan tiga bidang sasaran program yaitu, bantuan dan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMK. "Dari berbagai program-program yang telah dicanangkan itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Program PNPM-MP juga dapat berkontribusi secara nyata dalam mengentaskan kemiskinan," kata Muda. Muda menekankan kepada pengurus PNPM tingkat kecamatan untuk terus mengembangkan kemampuan, terutama perencanaan pembangunan partisipatif di desa dan antardesa dengan meningkatkan peran serta masyarakat terutama kelompok miskin dan perempuan. Baik dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan.(ROx)

PENULIS BUKU NEGERI LIMA MENARA MEMOTIVASI SISWA KUBU RAYA


Sungai Raya, Kalbar, 8/4 - Penulis buku Negeri Lima Menara, Ahmad Fuadi memotifasi siswa kelas XII se-Kabupaten Kubu Raya untuk terus bermimpi yang tinggi dan mewujudkan cita-cita mereka. "Siapa pun bisa bermimpi dan mencapai impiannya jika kita mau berusaha untuk mewujudkan impian itu. Makanya, jangan pernah takut untuk bermimpi dan terus mengejar cita-cita kita, karena saya sendiri berasal dri kampung dan sudah memuktikan mampu mewujudkan impian saya," kata Ahma Fuadi di saat menghadiri kegiatan silahturahmi bersama pelajar se-Kubu Raya di Sungai Raya, Minggu. Fuadi menuturkan pembuatan film tersebut berdasarkan novel yang ditulisnya selama satu tahun setengah. Pembuatan novel dan film tersebut diambil dari alur kehidupannya sendiri, di mana ia menuturkan bahwa tokoh Alif dalam Negeri Lima Menara tak lain adalah cerminan dirinya. "Penulisananya sendiri tidak begitu saja jadi, dari satu jam setengah saya menulis, satu tahun setengah hingga akhirnya jadi sebuah buku," kata Fuadi. Menurutnya, dalam pembuatan novel tersebut yang sangat membantu adalah istrinya sendiri yaitu Dania Dewanti. "Dia yang mengedit tulisan saya, memberikan masukan dan memberi semangat, bahwa cerita tersebut luar biasa dan sangat berarti kepada seseorang. Diambilnya nama Negeri lima Menara sendiri adalah sebuah simbol atau cita-cita dari enam orang anak pesantren untuk terus sekolah sampai di lima negara berbeda," kata mantan Wartawan tersebut. Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengungkapkan para sutradara dan penulis yang ada di Indonesia untuk dapat membuat film dan novel yang dapat membangun karakter. "Diharapkan ini dapat menjadi sebuah inspirasi mereka untuk saling mendinamisasi dengan teman, keluarga sehingga kita punya karakter yang unggul, ini yang membuat keberhasilan suatu daerah dan bangsa ini, walaupun idenya baru dan belum pernah dilakukan. Mudah-mudahan film yang diperlukan untuk masyarakat saat ini dalam membangun karakter," katanya. Muda menjelaskan bangsa memerlukan revolusi mindset terutama orang muda, karena kekhawatiran kita kepada pengangguran usia muda yang semakin waktu semakin mengacam. "Kalau mereka mempunyai suatu antusias terus saya yakin mereka dapat kreatif dan inovatif dan akhirnya berani untuk menghadapi tantangan jaman ini," katanya. Muda mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menggelar kegiatan nonton bareng film Negeri Lima Negara tersebut dilaksanakan Pemkab Kubu Raya dalam dua sesi. Sesi pertama di ikuti sekitar 1.300 siswa kelas XII SMA/SMK/MA se-Kubu Raya. Sesi kedua juga melibatkan 1.200 siswa kelas XII SMA/SMK/MA se-Kubu Raya. Sementara itu, Kurnia Adinda, siswa SMAN 1 Sungai Raya mengatakan, film tersebut sangat memberikan banyak motivasi kepada dirinya khususnya dalam meraih cita-cita ketika dirinya tamat sekolah nanti. "Ini filmnya sangat bagus, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang telah mengajak kami menonton film ini. Saya pribadi mendapatkan banyak pesan yang harus saya ingat dan saya pegang sampai nanti untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup saya kedepannya," kata Adinda sapa akrab gadis tersebut. Sementara itu, Sinta mengungkapkan film tersebut membuat semangat bagi dirinya dan menjadi motivasi ketika dirinya lulus dari SMA nantinya. "Film ini dapat memotivasi saya untuk meraih masa depan yang lebih baik, mencapai cita-cita saya nantinya dengan semangat seperti para pemeran dalam film tersebut yang gigih untuk mencapai semangat mereka menjadi lebih baik. Seperti kata-kata pemberi semangat dalam film itu, Man Jadda wa jada,"kata pelajar SMA Kemala Bhayangkari itu. Pelajar lainnya, Dian Lestari menjelaskan dirinya sangat senang sekali adanya nonton bareng tersebut setelah beberapa waktu lalu kami melakukan Ujian Akhir Sekolah (UAS). "Ini bisa menjadi refresing bagi kami yang habis penat dengan mengisi soal-soal ujian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Maknanya bagi saya sangat bermanfaat sekali bagi saya karena dapat mengajarkan bagi saya untuk menjadi anak yang harus berpegang erat kepada solidaritas,"kata siswa Kemala Bhayangkari yang duduk di bangku kelas XII itu. (ROx)

LAYAR MERETAS KUBU RAYA BUKA JALAN PEMBANGUNAN


Sungai Raya, Kalbar, 8/4 - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali membuka pemikiran masyarakat untuk terus membangun derahnya melalui festival Layar Meretas yang dilaksakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kubu Raya. "Sesuai dengan filosofi dari Layar Meretas itu, yaitu mengingat kembali sejarah tokoh pendiri kerajaan Kubu yang membuka jalan pembangunan dengan menggunakan sebuah kapal, di harapkan masyarakat bisa kembali mewujudkan pembangunan di daerahnya masing-masing dengan semangat kebersamaan," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, saat membuka kgiatan festival Layar Meretas di Kecamatan Sungai Raya, Minggu. Dia megingatkan, agar seluruh masyarakat untuk selalu ingat kepada peradaban lama yang sudah ada sejak dahulu dan harus selalu di lestarikan. Pasalnya dalam setiap acara tolak bala, tentu ada doa-doa yang selalu di panjatkan agar semuanya dapat diberikan kesehatan dan keselamatan. "Filosofisnya tentu sekaligus meretaskan jalan yang sekarang, kalau dulu orang tua menggelar berbagai adat kebudayaan untuk membangun kebersamaan. Juga untuk meretaskan jalan bagi anak cucunya yang ada sekarang, serta menjadi tugas kita untuk meretaskan jalan bagi anak-anak kita agar hidupnya punya karakter," kata Muda. Muda menuturkan, saat ini masyarakat harus membangkitkan semangat positif yang dibangun orang tua dahulu. "Warisan budaya ini membawa budaya ini membawa jalan agar menggiring diri kita untuk tetap bersatu untuk kepentingan anak-anak kita juga. Sesuai dengan moto kita Kubu Raya Untuk Indonesia," tuturnya. Menurutnya sesuai dengan filosofi layar meretas yang artinya adanya suatu simbol adanya peradaban yang muncul dari satu benua ke benua lain tanpa layar tidak akan mungkin. "Kehidupan di jaman dahulu itu karena layar, juga meretas artinya membuka jalan untuk berkembang, marikan kita sama-sama memiliki semangat untuk meretaskan jalan ini agar kehidupan masyarakat sekarang dapat meningkat. Pengangguran bisa berkurang, pendidikan anak-anak mendapatkan akses dan juga hidup masyarakat jauh lebih berimbang dan bertaqwa untuk mendapatkan hidup yang lebih baik," tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kubu Raya, Saini Umar mengungkapkan selain kegiatan tolak bala tersebut, dalam festival layar meretas juga diadakan lomba lainnya. "Juga ada kesenian yang ditampilkan dalam festival tersebut. Kita berharap dengan layar meretas ini dapat menjadi suatu even yang besar dan dapat di teruskan di Kabupaten Kubu Raya, tujuannya untuk menyatukan kebudayaan yang ada di Kubu Raya khususnya antar etnis," katanya. Saini menjelaskan kegiatan tersebbut akan di gelar rutin setiap tahunnya untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat. "Kita juga ada lomba sampan dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang dengan berlomba di sungai kapuas," katanya. Dia juga mengatakan, Layar Meretas sendiri mejadi salah satu ikon dari Kubu Raya dan sudah dipatenkan menjadi batik khas Kubu Raya.(Rendra)

BI-KUBU RAYA KEMBANGKAN KENDARAAN BERMOTOR BBG


Sungai Raya, Kalbar, 4/4 - Pemerintah Kabupaen Kubu Raya melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia dalam penerapan teknologi tepat guna dengan melakukan konfersi penggunaan BBM ke gas alpiji yang diharapkan nantinya dapat bermanfaat bagi nelayan di Kubu Raya. "Kerja sama teknologi tepat guna tersebut dilakukan dengan siswa Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak yang berada di Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap, serta para pelajar SMK Citra Borneo Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Bentuknya, dari BI memberikan pembekalan dan pendampingan kepada siswa untuk melakukan modifikasi mesin bermotor pada sampan nelayan dari mesin yang menggunakan BBM ke gas elpiji,"kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Sungai Raya, Rabu. Dia mengatakan, pihak Bank Indonesia memberikan pelatihan kepada para pelajar di sekolah tersebut mengenai pembelajaran mengelola mesin menggunakan bahan bakar gas. Muda mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut yang diterapkan kepada para pelajar SUPM, SMK yang ada di Kabupaten Kubu Raya. "Program tersebut sangat tepat, karena selain akan diterapkan kepada masyarakat, juga dapat diterapkan kepada para pelajar, dengan harapan ketika mereka lulus nanti, mereka dapat menerapkannya dimasyarakat. Mungkin masyarakat nelayan yang mempunyai sampan bermotor, dapat mereka modifikasi bahan bakarnya ke gas sehingga nanti ini yang manfaatnya sangat luas langsung dan berdampak,"tuturnya. Bupati Muda menjelaskan arah progam tersebut kepada produktivitas masyarakat, kewirausahaan sehingga banyak hal-hal yang dapat memudahkan masyarakat dan menghemat pemakaian energi serta pengendalian inflasi dapat dilakukan. "Ini upaya yang tepat dan cepat sekali, karena kita belum tahu BBM naiknya kapan dan ini sudah di persiapkan dari sekarang. Juga ada membiasakan masyarakat untuk membuat gas, tidak perlu khawatir karena penggunaan gasnya di luar, sehingga jika terjadi kebocoran gasnya langsung terurai ke udara," jelasnya. Dia menambahkan para pelajar tersebut ketika sudah mahir dan pandai ketika mendapatkan pelatihan tersebut, mereka sudah dapat menerapkan di lingkungan mereka masing-masing. "Yang tertekan dengan dampak kenaikan BBM adalah nelayan kecil, sehingga antisipasi kita kearah sana agar mereka dapat tertolong," tambahnya. Ditempat yang sama, pimpinan Bank Indonesia Pontianak, Hilman Tisnawan mengatakan hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama, namun masih banyak lagi bidang lainnya. "Kita sudah melakukan beberapa kerja sama dengan Pemkab Kubu Raya, salah satunya saat ini adalah teknologi tepat guna. Terlebih sekarang momennya pas dengan isu kenaikan harga BBM,"katanya. Dari kajian pihaknya, seorang nelayan ketika menggunakan bensin penggunaannya dalam sehari sekitar Rp30 ribu. Namun jika menggunakan gas tiga kilogram dengan harga Rp 4 ribu, dapat dipergunakan selama tiga hari, sehingga perbedaannya sangat jauh. Pihaknya sendiri sebelumnya pernah melakukan ujicoba tahun 2011 lalu. Dirinya berharap ada perubahan peningkatan nelayan yang selama ini ada keluhan pada kebutuhan bahan bakar. "Ini sesuai dengan prinsip kita pokoknya yang sederhana dulu. Kemungkinan nanti ini bisa menghemat dari biaya yang digunakan dengan bensin sekitar 70 persen. Nanti kami juga akan melakukan kerja sama dalam bidang lainnya dalam bidang tanaman pangan, holtikultura, juga ada rencana untuk budidaya padi dalam pot,"kata Hilman. Dia juga menuturkan Kubu Raya merupakan penyangga dari Kota Pontianak, mulai dari kebutuhan pokok bahkan perumahan. "Jika penggunaan teknologi ini dapat di terapkan dalam keseharian nelayan mencari ikan menggunakan bahan bakar gas, tentu taraf hidup nelayan perlahan dapat meningkat. Mungkin uang yang harus untuk beli bensin bisa dialihkan untuk kebutuhan hidup lainnya dalam rumah tangga," tuturnya. Kepala Sekolah SUPM Pontianak, Fuad Fadoli menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemkab Kubu Raya dan Bank Indonesia yang sudah memberikan pelatihan teknologi terapan dari premium ke Gas. "Kami sangat menyambut sekali dengan adanya pelatihan tersebut, karena diharapkan mereka dapat menerapkan di masyarakat seperti nelayan yang memang sangat membutuhkan. Tentu program pemerintah dalam penghematan bahan bakar juga dapat tercapai," ucapnya. Fuad berharap masyarakat dapat menyebarkan keahlian tersebut kepada masyarakat ketika mereka sudah kembali ke masyarakat. "Kita memberikan motivasi kepada anak-anak, ini bekal mereka setelah tamat nantinya dengan adanya konversi dari minyak ke gas tersebut. Dan diharapkan semuanya dapat berjalan dengan baik dalam kehidupan masyarakat ketika sudah mulai diterapkan," katanya.(ROx)
+

SEMBUYAN KUBU RAYA UNTUK INDONESIA SEMANGATI SISWA

Sungai Raya, Kalbar, 4/4 (ANTARA) - Semboyan Kubu Raya Untuk Indonesia menjadi penyemangat bagi seluruh peserta Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kabupaten Kubu Raya tahun 2012. "Meski menjadi kabupaten paling bungsu di antara kabupaten/kota lainnya di Kalbar, namun dalam berbagai kompetisi dan perlombaan, Kubu Raya tidak kalah dengan yang lainnya, bahkan anak-anak kabupaten ini bisa lebih berprestasi. Tidak menutup kemungkinan, anak-anak dari Kubu Raya bisa membawa Kalbar bahkan Indonesia menjadi lebih baik, makanya semboyan Dari Kubu Raya Untuk Indonesia kita gaungkan dalam moment ini agar anak-anak Kubu Raya bisa termotivasi untuk terus lebih baik," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai membuka kegiatan O2SN dan FLS2N Kubu Raya, Rabu. Muda mengatakan, Kabupaten Kubu Raya harus mampu dan bisa bersaing dengan baik dan maksimal dalam berbagai perlombaan yang di ikuti. "Kita sudah membuktikan jika Kubu Raya bisa dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Dalam berbagai bidang seperti olahraga dan seni kita pernah mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan. Kita pernah juara umum dalam beberapa perlombaan naik di tingkat provinsi maupun Nasional, tentu dengan perjuangan yang tidak mudah," katanya. Dia beranggapan, setiap kecamatan yang mengikuti kompetisi itu tentu memasang target untuk menjadi pemenang. Namun, menurutnya, pemenang yang sebenarnya bukan yang mendapatkan gelar juara, tetapi lebih dari itu, seorang pemenang adalah mereka yang bersikap lapang dada dan mampu memberikan manfaat bagi orang yang ada di sekitarnya. "Jadi, saya pesankan kepada seluruh peseta yang mengikuti kegiatan ini, jangan hanya berpikiran untuk menjuarai lomba, tetapi harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain dari juara yang telah diraih," tuturnya. Bupati Muda menambahkan, dalam membangkitkan semangat, walaupun Kabupaten Kubu Raya masih baru, namun memiliki potensi besar untuk bangsa ini. "Kalian semua harus membangun Kubu Raya, jangan menjadi beban namun, harus memberikan kontribusi besar untuk Kubu Raya dan buktikan kepada Bangsa ini bahwa Kubu Raya bisa berkonstribusi untuk Indonesia. Kita harus memiliki semangat menang, menang bukan berarti mengakah kannsemua orang, tapi harus memikiki semangat terus bermimpi," kata Muda. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus mengatakan, pada kegiatan O2SN dan FLS2N Kubu Raya tahun ini di ikuti oleh 1.458 orang kontingen atlet dan ofiscialnya. "Dari pelaksanaan kegiatan ini, kita berharap bisa melahirkan atlet-atlet berbakat dan memiliki potensi yang andal sehingga bisa mewakili Kubu Raya ke tingkat provinsi dan menjadi juara umum. Karena tahun 2008 lalu kita pernah menjadi juara umum di Kalbar, dan kita yakin pada tahun ini pemenang dati kompetisi ini bisa kembali membawa Kubu Raya menjadi juara umum," tuturnya.(ROx)